Rasulullah SAW bersabda:
“Hendaklah kalian bangun malam.
Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian.
Wahana pendekatan diri kepada Allah SWT, penghapus dosa dan pengusir
penyakit dari dalam tubuh”. (HR at-Tirmidzi).
Sahabat, hampir saja Allah mewajibkan shalat malam/ Tahajud, saking pentingnya manfaat shalat malam untuk tubuh manusia.
Bisa dikatakan, shalat Tahajud adalah satu-satunya shalat sunah yang
Allah firmankan di Alquran, yakni surat Al-Muzzammil ayat 1 sampai 20
terutama pada ayat 1 sampai 10. Kemudian Surat Al-Isra ayat 79.
Sedangkan shalat sunah lainnya ‘hanya’ dianjurkan pada tataran hadits.
Apa sajakah bukti-bukti bahwa shalat Tahajud pada 1/3 malam terakhir itu menyehatkan, ini dia sedikit ulasannya:
1. Menyembuhkan Kanker
“Saya dulu pernah kena penyakit kanker kulit. Dokter sudah angkat
tangan. Namun tahajud menyelamatkan saya. Tahun 1982 sampai 1987,
setelah itu saya dinyatakan sembuh sama sekali,” ungkap Prof Dr Mohammad
Sholeh, pengasuh Klinik Terapi Tahajud dan trainer salat khusyuk. Tahun
2000, beliau berhasil mempertahankan disertasi doktornya di jurusan
Psikoneuroi munologi Unair mengenai shalat tahajud untuk sistem imun
tubuh.
“Kalau orang itu mau shalat tahajud berlama-lama seperti Rasulullah
SAW, dua rakaat saja semalam, nantinya akan ada metabolisme tubuh kita
akan bercucuran keringat, bahkan di ruangan ber-AC sekalipun. Keluarnya
keringat ini menyehatkan. Karena di dalam tubuh kita ada metabolisme
kolesterol-kolesterol akan dibakar ATP/ADP sehingga menjadi energi yang
merangsang kelenjar keringat untuk berkeringat. Jadi, kalau tidak
berkeringat tidak banyak membawa dampak fisik. Kebanyakan orang shalat
tahajud itu hanya sekadar memburu-buru pahala atau mengejar maqamam mahmuda dalam pengertian sempit,” paparnya lagi.
2. Meningkatkan Imunitas Tubuh
Dr. Abdul Hamid Diyab dan Dr. Ah Qurquz mengatakan, shalat malam
dapat meningkatkan daya tahan (imunitas) tubuh terhadap berbagai
penyakit yang menyerang jantung, otak dan organ-organ tubuh yang lain.
Karena orang yang bangun tidur malam hari, berarti menghentikan
kebiasaan tidur dan ketenangan terlalu lama yang merupakan salah satu
faktor pencetus terjadinya penyumbatan pembuluh darah.
3. Menghindarkan Penyakit Punggung
Bangun malam dapat menjadikan tubuh bugar dan bersemangat, serta
terhindar dari penyakit punggung pada usia tua. Dalam salah satu
penelitian medis terbukti bahwa orang-orang yang terbiasa Shalat malam
relatif lebih aman dari serangan penyakit pada tulang punggung dari pada
orang-orang yang tidak shalat malam.
4. Pereda Stres
Shalat Tahajud memiliki kandungan aspek meditasi dan relaksasi yang
cukup besar, dan memiliki pengaruh terhadap kejiwaan yang dapat
digunakan sebagai strategi penanggulangan adaptif pereda stres. Stres
punya pengaruh yang besar terhadap ketahanan tubuh seseorang. Dan stres,
baik fisik maupun psikis menyebabkan terjadinya pengeluaran cairan
tubuh (hormon) cukup banyak dan penguapan dari tubuh yang lebih cepat.
5. Menimbulkan Motivasi Positif
Shalat Tahajud yang dikerjakan dengan penuh kesungguhan, khusuk,
tepat, ikhlas dan kontinyu diyakini dapat menumbuhkan persepsi dan
motivasi positif. Dan respons emosi positif (positive thinking) dapat
menghindarkan reaksi stres.
6. Pikiran lebih terang dan khusyu
Sangatlah tepat jika Allah berkehendak agar Shalat Tahajud dikerjakan
setelah tidur. Bukannya begadang, lalu diakhiri dengan shalat Tahajud.
Sabda Rasulullah: “…Shalat dan tidurlah karena sesungguhnya
tubuhmu punya hak yang harus kau penuhi dan sesungguhnya matamu punya
hak yang harus kau penuhi…” (HR. Al-Bukhari).
Tidur adalah
keadaan istirahat alami pada berbagai makhluk hidup, termasuk manusia.
Pada manusia, tidur adalah penting untuk kesehatan.
Dalam tidur normal biasanya fungsi saraf motorik dan saraf sensorik
untuk kegiatan yang memerlukan koordinasi dengan sistem saraf pusat akan
diblokade/dihambat, sehingga pada saat tidur cenderung untuk tidak
bergerak dan daya tanggap berkurang.
Saat bangun tidur pasti
pikiran kita lebih terang. Bayangkan dalam 1 hari, jantung kita berdetak
100.000 kali, darah kita mengalir melalui 17 juta mil arteri, urat
darah halus/kapiler dan juga pembuluh vena.
Tanpa kita sadari rata-rata sehari kita berbicara 4.000 kata,
bernafas sebanyak 20.000 kali, menggerakkan otot-otot besar sebanyak 750
kali dan mengoperasikan 14 miliar sel otak. Dan tidur adalah istirahat
yang sangat baik menurut ilmu kesehatan, karena terjadi proses pemulihan
sel tubuh, penambahan kekuatan dan otak kita kembali berfungsi dengan
sangat baik.
Shalat Tahajud setelah tidur, tentu merangsang vitalitas pikiran dan tubuh.
Via majalah Ummi
Kamis, 29 Januari 2015
Jadi Ibu?
Siapapun kita, apapun latar belakang kita, akan melewati fase menikah
kemudian punya anak jika ditakdirkan demikian. Siap tidak siap, masa
itu akan datang.
Duh! Jadi emak? Gimana ya rasanya??
Sebut saja Arin. Dia adalah wanita muda yang aktif, pintar, gaul, dan berwawasan luas. Dia sukses dalam karirnya, memiliki banyak teman, dan eksis di media sosial.
Arin yakin dengan kemampuannya mengasuh anak, karena menurutnya, Ia akan dapat membesarkan anaknya dengan baik seperti orangtuanya mengasuh dirinya. Dan dia berpikir, everything’s gonna be ok.
Namun, setelah memiliki anak, Arin baru menyadari ternyata mengasuh anak tidak semudah yang dibayangkan. Dia tidak terbiasa dengan tugas dan tanggungjawab baru sebagai ibu.
Setiap ia mengalami kesulitan dan menghadapi tantangan yang muncul, Arin aktif mencari ilmu dari berbagai informasi dan bertanya kepada teman-temannya namun banyaknya informasi justru membuatnya semakin bingung. Arin berharap waktu dapat diulang kembali untuk mempersiapkan segalanya sebelum memiliki anak.
***
Ibu itu.. master chef, perawat, terapis, dokter, konselor, ahli negosiasi, manajer, sahabat sejati, event organizer, psikolog, guru, role model. BANYAK!!!
Seandainya Ibu dibuka lowongan pekerjaannya, keterampilan atau gelar apa saja yang harus dipenuhi ya? Dan ajaibnya, ibu-ibu mengerjakan pekerjaan itu BERSAMAAN. Super-multitasking-woman.
Ternyata, jadi ibu itu, rempong!!
***
Tenang, karena menjadi ibu adalah fitrah, sudah pasti Allah mempersenjatai kita agar berperan menjadi ibu terkece bagi anak-anak kita.
Oh ya?
Yup, ternyata Allah memang mendesain seorang perempuan untuk berperan menjadi super-multitasking-woman dengan dikaruniakanNya otak jaring (web-brain) padanya. Hal ini dikarenakan Allah menciptakan perangkat berupa otak dan hormon yang memungkinkan seorang perempuan mampu melakukan beberapa hal bersamaan.
Pada saat usia kehamilan 3-4 bulan, saat ruh ditiupkan, saat itu pula neural tube bagian depan berkembang pesat dari bagian belakang, menggulung dan akhirnya terbentuk dengan sempurna dua belahan otak. Sinyal listrik pada bayi perempuan banyak berlintasan antar dua belahan otak, sedangkan pada bayi laki-laki sinyal listrik tidak berlintasan antar dua belahan otak. Sehingga, jembatan (Corpus callosum) antar kedua belahan otak perempuan lebih tebal daripada otak laki-laki.
Corpus callosum adalah bagian dari otak manusia yang menghubungkan belahan otak kiri dengan otak kanan. Sekaligus menghubungkan otak emosional (limbic system) dengan otak rasional (neocortex).
Apa akibatnya?
Otak perempuan lebih mudah mengakses kedua belah otaknya sekaligus limbik dan korteksnya. Hal ini yang memberi kemampuan perempuan untuk multitasking. Memasak sambil mencuci pakaian sekaligus angkat telpon dan menyusui.
Sedangkan, laki-laki cenderung pemikir tunggal. Jika sedang nonton pertandingan sepakbola di TV. seperti tidak mendengar apapun ketika diajak mengobrol oleh istrinya.
Kemudian tentang hormonnya. Pada tubuh perempuan, terdapat serotonin yang berfungsi sebagai pereda stres dan sangat bermanfaat dikala anak-anak balita 'meraung' bak sirine ambulan! Juga terdapat oksitosin yang berfungsi agar ketika ibu sedang kesal atas tingkah polah anak, bisa cepat iba karena sayang.
Dalam tubuhnya, perempuan memang diinstal chips multitasking dan self-healing supaya perannya sebagai ibu jadi optimal.
Maka, perempuan dengan otak dan hormonnya yang sedemikian itu, sudah dipersiapkan oleh Allah untuk menjadi ibu terbaik, yang sabar, penyayang, dan perhatian bagi anak-anaknya meski kesibukan membuatnya merasa tersita waktu dan tenaganya bagi diri sendiri. Ibu yang sikapnya tidak mudah dikendalikan emosi, yang selalu memiliki ruang pikir dalam kondisi se-hectic apapun.
Begitupun buat kita calon ibu kece masa depan, tidak perlu terlalu takut akan hecticnya hidup setelah menjadi ibu. Persiapkan saja diri kita, yakin pada Allah bahwa Ia pasti membekali kita kemampuan ketika ia menyerahkan amanah kepada kita.
Via Aprilia Jayanegara
Duh! Jadi emak? Gimana ya rasanya??
Sebut saja Arin. Dia adalah wanita muda yang aktif, pintar, gaul, dan berwawasan luas. Dia sukses dalam karirnya, memiliki banyak teman, dan eksis di media sosial.
Arin yakin dengan kemampuannya mengasuh anak, karena menurutnya, Ia akan dapat membesarkan anaknya dengan baik seperti orangtuanya mengasuh dirinya. Dan dia berpikir, everything’s gonna be ok.
Namun, setelah memiliki anak, Arin baru menyadari ternyata mengasuh anak tidak semudah yang dibayangkan. Dia tidak terbiasa dengan tugas dan tanggungjawab baru sebagai ibu.
Setiap ia mengalami kesulitan dan menghadapi tantangan yang muncul, Arin aktif mencari ilmu dari berbagai informasi dan bertanya kepada teman-temannya namun banyaknya informasi justru membuatnya semakin bingung. Arin berharap waktu dapat diulang kembali untuk mempersiapkan segalanya sebelum memiliki anak.
***
Ibu itu.. master chef, perawat, terapis, dokter, konselor, ahli negosiasi, manajer, sahabat sejati, event organizer, psikolog, guru, role model. BANYAK!!!
Seandainya Ibu dibuka lowongan pekerjaannya, keterampilan atau gelar apa saja yang harus dipenuhi ya? Dan ajaibnya, ibu-ibu mengerjakan pekerjaan itu BERSAMAAN. Super-multitasking-woman.
Ternyata, jadi ibu itu, rempong!!
***
Tenang, karena menjadi ibu adalah fitrah, sudah pasti Allah mempersenjatai kita agar berperan menjadi ibu terkece bagi anak-anak kita.
Oh ya?
Yup, ternyata Allah memang mendesain seorang perempuan untuk berperan menjadi super-multitasking-woman dengan dikaruniakanNya otak jaring (web-brain) padanya. Hal ini dikarenakan Allah menciptakan perangkat berupa otak dan hormon yang memungkinkan seorang perempuan mampu melakukan beberapa hal bersamaan.
Pada saat usia kehamilan 3-4 bulan, saat ruh ditiupkan, saat itu pula neural tube bagian depan berkembang pesat dari bagian belakang, menggulung dan akhirnya terbentuk dengan sempurna dua belahan otak. Sinyal listrik pada bayi perempuan banyak berlintasan antar dua belahan otak, sedangkan pada bayi laki-laki sinyal listrik tidak berlintasan antar dua belahan otak. Sehingga, jembatan (Corpus callosum) antar kedua belahan otak perempuan lebih tebal daripada otak laki-laki.
Corpus callosum adalah bagian dari otak manusia yang menghubungkan belahan otak kiri dengan otak kanan. Sekaligus menghubungkan otak emosional (limbic system) dengan otak rasional (neocortex).
Apa akibatnya?
Otak perempuan lebih mudah mengakses kedua belah otaknya sekaligus limbik dan korteksnya. Hal ini yang memberi kemampuan perempuan untuk multitasking. Memasak sambil mencuci pakaian sekaligus angkat telpon dan menyusui.
Sedangkan, laki-laki cenderung pemikir tunggal. Jika sedang nonton pertandingan sepakbola di TV. seperti tidak mendengar apapun ketika diajak mengobrol oleh istrinya.
Kemudian tentang hormonnya. Pada tubuh perempuan, terdapat serotonin yang berfungsi sebagai pereda stres dan sangat bermanfaat dikala anak-anak balita 'meraung' bak sirine ambulan! Juga terdapat oksitosin yang berfungsi agar ketika ibu sedang kesal atas tingkah polah anak, bisa cepat iba karena sayang.
Dalam tubuhnya, perempuan memang diinstal chips multitasking dan self-healing supaya perannya sebagai ibu jadi optimal.
Maka, perempuan dengan otak dan hormonnya yang sedemikian itu, sudah dipersiapkan oleh Allah untuk menjadi ibu terbaik, yang sabar, penyayang, dan perhatian bagi anak-anaknya meski kesibukan membuatnya merasa tersita waktu dan tenaganya bagi diri sendiri. Ibu yang sikapnya tidak mudah dikendalikan emosi, yang selalu memiliki ruang pikir dalam kondisi se-hectic apapun.
Begitupun buat kita calon ibu kece masa depan, tidak perlu terlalu takut akan hecticnya hidup setelah menjadi ibu. Persiapkan saja diri kita, yakin pada Allah bahwa Ia pasti membekali kita kemampuan ketika ia menyerahkan amanah kepada kita.
Via Aprilia Jayanegara
Selasa, 27 Januari 2015
Kisah Seorang Resepsionis
Via www.newyork.com
Suatu malam disuatu kota di Philadelphia, USA...sepasang suami istri yg sudah tua masuk ke sebuah hotel kecil dan mereka bertanya kepada seorang resepsionis (seorang laki laki muda).
Suami : "Apakah masih ada kamar untuk kami berdua...?"
Respsionis : "Maaf sekali pak, kamar kami penuh semua dan kebetulan di kota ini sedang ada 3 even besar sehingga semua hotel penuh."
Suami : "Oooihhhh....., baiklah kalau begitu."
Resepsionis : "Tetapi saya tidak mungkin menolak bapak dan ibu serta menyuruh pergi ditengah malam begini, sementara diluar hujan badai, kalau berkenan...bapak dan ibu boleh menginap di kamar saya, segera saya akan membereskan kamar saya..."
Suami dan istri : (mengangguk tanda setuju) "Terima kasih anak muda".
2 th berlalu dan sang resepsionis hampir melupakan kejadian itu, ketika menerima surat yg mengingatkannya pd malam hujan badai tsb. Lelaki muda ini diminta datang mengunjungi pasangan tsb di New York dan terlampir tiket pesawat pulang-balik untuknya.
Di New York, laki laki tua itu membawanya ke sudut 5th Avenue dan 34th Street lalu menunjuk sebuah gedung baru yg megah, sebuah istana dg batu kemerahan dan menara yg menjulang tinggi ke langit.
Lelaki tua : "Itu adalah hotel yg baru saja saya bangun untuk anda kelola..."
Resepsionis : "ha...ha...ha Anda paati sedang bercanda."
Lelaki tua : "Sungguh, saya tidak sedang bergurau..."
Nama lelaki tua itu adalah Mr. William Waldorf Astord. Stuktur bangunan megah tersebut adalah Waldorf Astonia Hotel...
Resepsionis itu adalah Mr.Goerge C.Boldt yg akhirnya menjadi CEO dari jaringan Waldorf Astoria Hotel yg kini berdiri dihampir kota kota besar di seluruh dunia...
Moral of This Story...
"Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun..."
"You get what you give, whether it's good or bad..."
Semoga Bermanfaat
Via Cica Machlies
Belajar Bekerja dan Mencari Uang Dari Hasil Keringat Sendiri
Hari Ahad yang lalu anak-anak kami baru saja berkunjung ketempat keluarga, dan
ada dari anggota keluarga yang coba memberikan "angpau" tahun baru
pada anak kami, dan tanpa sepengetahuan kami rupanya pemberian ini di tolak
oleh Dimas anak kami, dengan alasan kami tidak pernah menerima uang tanpa
bekerja dulu sebelumnya.
Wah... saat Dimas menceritakan itu kami terperanjat dan langsung bilang "Hebat ! Bagus Nak !!"
Ya begtulah, kami dirumah membangun kebiasaan bersama anak-anak kami untuk belajar mengumpulkan uang dari hasil kerja mereka masing-masing, ya kerja apa saja untuk bisa menabung. Tanpa kerja mereka tidak akan mendapat uang. Kecuali untuk kebutuhan dasar pangan, sandang dan papan.
Seperti saat musim hujan ini misalnya, anak2 kami sering menawarkan jasa cuci mobil pada Ayahnya, terutama saat ayahnya sedang tidak sempat cuci dan ingin membawanya ke tempat pencucian mobil.
Saya suka sekali ketika mereka berdua sudah selesai mencuci dan melap mobil sampai terlihat kinclong...., berkali-kali mereka pandangi dan pandangi lagi sambil putar keliling sambil memuji hasil kerja mereka sendiri.
Ada satu hal yang menarik bagi saya, jika mobil yang baru mereka cuci dengan bersih saat hendak di pakai tiba-tiba hujan turun, mereka langsung bersedih. Melihat hasil kerja mereka terkotori air hujan.
"Ya sayang sekali ya...Ayah , jadi kotor lagi deh mobil Ayah"
Pelajaran yang sangat berharga dapat kita petik dari kisah ini, semoga Allah SWT selalu memberikan kasih sayangNya kepada kita semua, Amin
Dikutip dari tulisan Ayah Edy
Cara Mengajar Yang Baik Menurut Hasil Penelitian Para Pakar
Proses belajar mengajar diartikan sebagai suatu interaksi antara
murid dengan guru dalam rangka mencapai suatu tujuan. Tujuan interaksi
merupakan titik temu dan bersifat mengikat serta mengarahkan aktifitas
dari kedua belah pihak.
Dengan demikian, kriteria keberhasilan dari rangkaian keseluruhan (proses) interaksi (belajar mengajar) hendaknya ditimbang atau dievaluasikan untuk melihat tercapai tidak tujuan (bersama) tersebut.
Terkait tentang cara mengajar guru, berikut admin rangkum beberapa pandangan Para Pakar Pendidikan Tentang Mengajar yang Baik yang dilansir dari berbagai sumber :
Hasil penelitian dari Edward Sheffield tentang karakteristik dari guru yang efektif yang sering disebut atau Characteristics of Effective Teachers Most Often Mentioned (Edward Sheffield, Teaching in the Universities– No One Way, 1974):
Ada juga proyek penelitian untuk melihat guru yang baik di kelas dalam “Characteristics of Effective Large-Class Instructors” (Karron Lewis, et al., from The Large Class Analysis Project conducted by CTE):
Penelitian ini mengkombinasikan pendapat dari siswa dan guru dalam penelitian tentang bagaimana mengajar dalam kelas besar secara efektif:
Salam Pendidikan
Dikutip dari tulisan Tuti Herlin (herlinbima.com)
Dengan demikian, kriteria keberhasilan dari rangkaian keseluruhan (proses) interaksi (belajar mengajar) hendaknya ditimbang atau dievaluasikan untuk melihat tercapai tidak tujuan (bersama) tersebut.
Terkait tentang cara mengajar guru, berikut admin rangkum beberapa pandangan Para Pakar Pendidikan Tentang Mengajar yang Baik yang dilansir dari berbagai sumber :
Hasil penelitian dari Edward Sheffield tentang karakteristik dari guru yang efektif yang sering disebut atau Characteristics of Effective Teachers Most Often Mentioned (Edward Sheffield, Teaching in the Universities– No One Way, 1974):
- Menguasai bahan yang diajar dan memiliki kompetensi.
- Pengajaran dipersiapkan dengan baik dan memiliki organisasi pengajaran secara teratur.
- Pelajaran harus dihubungkan dengan hal praktis dalam kehidupan sehari-hari.
- Mendorong murid bertanya dan memberikan opini.
- Antusias tentang subyek yang diajar.
- Dapat didekati murid (approachable), bersahabat, terbuka (available).
- Peduli kepada kemajuan siswa.
- Memiliki sifat humoris
- Hangat, baik, simpati.
- Menggunakan alat-alat atau media secara efektif.
- Tidak menyimpang dari topik yang diajarkan.
- Tempo berbicara dalam mengajar itu tepat.
- Guru memakai berbagai variasi dalam strategi instruksional.
- Tetap pada subyek dan mengembangkannya berdasarkan subyek.
- Guru memakai humor.
- Guru bisa “memerintah” kelas, sehingga mereka tertib namun tidak dalam suasana takut dan tertekan.
- Guru berinteraksi dengan siswa.
- Guru memberikan tanggapan atas pertanyaan atau jawaban murid.
- Memberikan respons perbaikan-perbaikan.
- Menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang analitis dan penggalian.
- Memuji jawaban yang benar dengan dasar observasi atas jawaban yang benar yaitu memberi penjelasan mengapa jawabannya benar.
- Membuat suasana kelas yang hangat.
- Siswa secara bebas dapat menginterupsi setiap saat dengan pertanyaan.
- Memiliki rasa humor.
- Memiliki kemampuan komunikasi non-verbal.
- Menggunakan gerak tubuh seringkali.
- Berjalan waktu berbicara.
- Ada kontak mata secara intensif.
Ada juga proyek penelitian untuk melihat guru yang baik di kelas dalam “Characteristics of Effective Large-Class Instructors” (Karron Lewis, et al., from The Large Class Analysis Project conducted by CTE):
Penelitian ini mengkombinasikan pendapat dari siswa dan guru dalam penelitian tentang bagaimana mengajar dalam kelas besar secara efektif:
- Sangat antusias dengan subyek yang diajar.
- Menguasai subyek dan memiliki kemampuan mengkomunikasikan pengetahuan yang diajar.
- Peduli kepada kemajuan dan kesuksesan murid.
- Berani mendisiplin siswa untuk ketertiban kelas seperti keributan.
- Memiliki rasa humor.
- Menggunakan berbagai strategi instruksional.
- Berinteraksi dengan siswa selama di kelas, termasuk sebelum dan sesudah kelas.
- Memiliki rasa percaya diri atas pengajaran yang disampaikannya.
Salam Pendidikan
Dikutip dari tulisan Tuti Herlin (herlinbima.com)
Senin, 26 Januari 2015
Tips Menjaga Rumah ala Syeikh Sudais
IMAM Masjidil Haram, Syeikh Ahmad Sudais memberikan beberapa tips
agar rumah yang menjadi tempat Kita bernaung sehat dan terhindar dari
Syeitan.
Pertama tiga hari sekali buka pintu dan jendela lalu setel surat Al-Baqarah dan surat-surat Ruqyah, insya Allah Anda akan merasakan perbedaan secara pribadi atau keluarga di rumah dari godaan syetan. Berikut tips-tips beliau:
Kedua nyalakan dupa dari jintan hitam (habah sauda’) di dalam rumah dengan tetap membuka pintu dan jendela (untuk mengusir setan dan kuman-kuman) sebagaimana wasiat Nabi Muhammad saw.
Ketiga Jangan menyalakan dupa dari jintan hitam (habah sauda’) sedangkan kondisi pintu rumah dan jendela dalam keadaan tertutup.
Keempat jangan menyimpan barang-barang di bawah ranjang / di atas lemari tapi simpanlah di dalam laci yang tertutup.
Kelima jangan perbanyak cermin dalam rumah tapi jika ada, sebaik-baik tempat menyimpan cermin adalah di pintu masuk.
Keenam tarik nafas panjang-panjang saat bangun tidur dan ucapkan Basmalah saat bangkit dari tidur.
Ketujuh miliki jadwal tetap untuk tidur malam.
Kedelapan senantiasa rutin membaca surat Al-Mulk sebelum tidur dapat menyelamatkan dari siksa kubur.
Dikutip dari tulisan Dedih Mulyadi
Pertama tiga hari sekali buka pintu dan jendela lalu setel surat Al-Baqarah dan surat-surat Ruqyah, insya Allah Anda akan merasakan perbedaan secara pribadi atau keluarga di rumah dari godaan syetan. Berikut tips-tips beliau:
Kedua nyalakan dupa dari jintan hitam (habah sauda’) di dalam rumah dengan tetap membuka pintu dan jendela (untuk mengusir setan dan kuman-kuman) sebagaimana wasiat Nabi Muhammad saw.
Ketiga Jangan menyalakan dupa dari jintan hitam (habah sauda’) sedangkan kondisi pintu rumah dan jendela dalam keadaan tertutup.
Keempat jangan menyimpan barang-barang di bawah ranjang / di atas lemari tapi simpanlah di dalam laci yang tertutup.
Kelima jangan perbanyak cermin dalam rumah tapi jika ada, sebaik-baik tempat menyimpan cermin adalah di pintu masuk.
Keenam tarik nafas panjang-panjang saat bangun tidur dan ucapkan Basmalah saat bangkit dari tidur.
Ketujuh miliki jadwal tetap untuk tidur malam.
Kedelapan senantiasa rutin membaca surat Al-Mulk sebelum tidur dapat menyelamatkan dari siksa kubur.
Dikutip dari tulisan Dedih Mulyadi
Pemenang Kehidupan
Suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Mukanya pun cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu. Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya, “Hei. Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?”
Sahabatnya menjawab, “Loh, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain.”
“Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali,” bantah orang pertama. Ia masih merasa jengkel.
“Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri.”
Sahabat, Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu.
Coba renungkan. Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu? Mari jaga pikiran tetap jernih. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak! Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.
“Pemenang Kehidupan” adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang sangat panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi sangat besar, serta tetap tenang di tengah badai yang paling hebat.
Dikutip dari tulisan Aprilia Jayanagara
Kamis, 22 Januari 2015
10 Keutamaan Mencari Ilmu
MENCARI ilmu merupakan kewajiban setiap manusia. Tanpa ilmu kita
tidak bisa menjalani hidup ini dengan baik. Orang yang tidak memiliki
ilmu biasanya akan di manfaatkan oleh orang lain. Bahkan, orang yang tak
berilmu itu akan dibodohi oleh orang lain. Oleh karena itu, kita
sebagai manusia yang diberi akal dan pikiran carilah ilmu demi
kelangsungan hidup yang lebih baik.
Ilmu memiliki banyak keutamaan, diantaranya:
Dikutip dari: rika/islampos/sumber:daysabakugara
Ilmu memiliki banyak keutamaan, diantaranya:
- Ilmu adalah amalan yang tidak terputus pahalanya sebagaimana dalam hadits: ”jika manusia meninggal maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: shodaqoh jariahnya, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya,” (HR Bukhori dan Muslim)
- Menjadi saksi terhadap kebenaran sebagaimana dalam firman Allah SWT: (Allah menyatakan bahwasanya tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali dia. Yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu,). (QS. Ali Imran 18)
- Allah memerintahkan kepada nabinya Muhammad SAW untuk meminta ditambahkan ilmu sebagaimana dalam firman Allah, (… dan katakanlah: Ya Rabb ku, tambahkanlah kepadaku ilmu) (QS.Thahaa 114)
- Allah mengangkat derajat orang yang berilmu. Sebagaimana firman Allah, (… Allah mengangkat orang beriman dan memiliki ilmu diantara kalian beberapa derajat dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan). (QS. Mujadilah 11)
- Orang berilmu adalah orang yang takut Allah SWT, sebagaimana dalam firmannya: (…. sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hambanya hanyalah orang-orangyang berilmu). (QS. Fathir 25).
- Ilmu adalah anugerah Allah yang sangat besar, sebagaimana firman-Nya: (Allah menganugerahkan al-hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Quran dan As-Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)). ( QS. Al-Baqarah 269)
- Ilmu merupakan tanda kebaikan Allah kepada seseorang ”Barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan padanya, maka Allah akan membuat dia paham dalam agama,” (HR Bukhari dan Muslim).
- Menuntut ilmu merupakan jalan menuju surga, ”Barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surge,” (HR Muslim)
- Diperbolehkannya ”hasad” kepada ahli ilmu,”Tidak hasad kecuali dalam dua hal, yaitu terhadap orang yang Allah beri harta dan ia menggunakannya dalam kebenaran dan orang yang Allah beri hikmah lalu ia mengamalkannya dan mengajarkannya,” (HR Bukhari )
- Malaikat akan membentangkan sayap terhadap penuntut ilmu,”Sesungguhnya para malaikat benar-benar membentangkan sayapnya karena ridho atas apa yang dicarinya,” (HR. Ahmad dan Ibnu majah).
Dikutip dari: rika/islampos/sumber:daysabakugara
Kemuliaan Wanita
Kaum feminis bilang susah jadi wanita (baca: muslimah), lihat saja peraturan dibawah ini:
Demikian sayangnya ALLAH pada wanita.
- Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
- Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
- Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
- Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
- Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung Dan melahirkan anak.
- Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
- Talak terletak di tangan suami Dan bukan isteri.
- Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid Dan nifas yang tak Ada pada lelaki.
- Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman Dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak Akan dibiarkan terserak bukan? Itulah perbandingannya dengan seorang wanita.
- Wanita perlu taat kepada suami. Bahwa sesungguhnya lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya.
- Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi bahwa harta itu menjadi milik pribadinya Dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya. Sementara apabila lelaki menerima warisan, ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri Dan anak-anak.
- Di akhirat kelak, seorang lelaki akan mempertanggungjawab kan terhadap 4 wanita, yaitu : isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya Dan saudara lelakinya.
- Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.
- Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu: shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.
- Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.
Demikian sayangnya ALLAH pada wanita.
Ingat firmanNya, bahwa mereka tidak akan
berhenti melakukan segala upaya, sampai kita ikut/tunduk kepada
cara-cara/peraturan yang diproduct.
Bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta,
yang menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia,
sehingga segala hukumNya/peraturanN ya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia
dibandingkan dengan segala peraturan yang dibuat manusia. Jagalah
isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana
Rasulullah pernah mengajarkan agar kita (kaum lelaki) berbuat baik
selalu (gently) terhadap isterimu.
Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita
memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga dan
mengantarkannya menjadi muslimah Yang baik, maka surga adalah
jaminannya. Berbahagialah wahai para muslimah. Tunaikan dan menegakkan
agamamu, niscaya surga menanti.
Dikutip dari 2lisan.com
Pentingnya Hal Yang Sepele
Ketika pulang tugas audit dari surabaya
Kereta Argo angrek yang saya tumpangi dari Stasiun Pasar turi surabaya
perlahan-lahan memasuki stasiun Jatinegara. Para penumpang yang akan
turun di Jatinegara saya lihat sudah bersiap-siap di depan pintu, karena
sudah di jemput oleh keluarga. suasana jatinegara penuh sesak seperti
biasa.
Cita-cita ?
Masa Depan ? Lebih absurd lagi.
Gani
Sementara itu, dari jendela, saya lihat
beberapa orang porter/buruh angkut berlomba lebih dulu masuk ke kereta
yang masih melaju. Mereka berpacu dengan kereta, persis dengan kehidupan
mereka yang terus berpacu dengan tekanan kehidupan kota Jakarta. Saat
kereta benar-benar berhenti, kesibukan penumpang yang turun dan porter
yang berebut menawarkan jasa kian kental terasa. Sementara di luar
kereta saya lihat kesibukan kaum urban yang akan menggunakan kereta.
Mereka kebanyakan berdiri,karena fasilitas tempat duduk kurang memadai.
Sebuah lagu lama PT. KAI yang selalu dan selalu diputar dengan setia.
Tiba-tiba terdengar suara anak kecil
membuyarkan keasyikan saya mengamati perilaku orang-orang di Jatinegara.
Saya lihat seorang bocah berumur sekitar 10 tahun berdiri disamping
saya. Kondisi fisiknya menggambarkan tekanan kehidupan yang berat
baginya.
Kulitnya hitam dekil dengan baju kumal
dan robek-robek disana-sini. Tubuhnya kurus kering tanda kurang gizi.
“Ya?” Tanya saya kepada anak itu karena saya tadi konsentrasi saya
melihat orang-orang di luar kereta. “Maaf, apakah air minum itu sudah
tidak bapak butuhkan ?” katanya dengan penuh sopan sambil jarinya
menunjuk air minum di atas tempat makanan dan minum samping jendela.
Pandangan saya segera mengikuti arah telunjuk si bocah. Oh, air minum
dalam kemasan gelas dari katering kereta yang tidak saya minum. Saya
bahkan sudah tidak peduli sama sekali dengan air itu. Semalam saya hanya
minta air minum dalam kemasan gelas untuk jaga-jaga dan menolak nasi
yang diberikan oleh pramugara. Perut saya sudah cukup terisi dengan
makan di rumah.
“Tidak. Mau ? Nih…” kata saya sambil
memberikan air minum kemasan gelas kepada bocah itu. Diterimanya air itu
dengan senyum simpul. Senyum yang tulus.
Beberapa menit kemudian, saya lihat dari
balik jendela kereta, bocah tadi berjalan beririringan dengan 3 orang
temannya. Masing-masing membawa tas kresek di tangannya. Ke empat anak
itu kemudian duduk melingkar dilantai emplasemen. Mereka duduk begitu
saja. Mereka tidak repot-repot membersihkan lantai yang terlihat kotor.
Masing- masing kemudian mengeluarkan isi tas kresek masing-masing.
Setelah saya perhatikan, rupanya isinya
adalah “harta karun” yang mereka temukan di atas kereta. Saya lihat ada
roti yang tinggal separoh, jeruk medan, juga separuh; sisa nasi catering
kereta, dan air minum dalam kemasan gelas !
Selanjutnya dengan rukun mereka saling
berbagi “harta karun” temuan mereka dari kereta. Saya lihat bocah paling
besar menciumi nasi bekas catering kereta untuk memastikan apakah sudah
basi atau belum. Tanpa menyentuh sisa makanan, kotak nasi itu kemudian
disodorkan pada temannya. Oleh temannya, nasi sisa tersebut juga dibaui.
Kemudian, dia tertawa dengan penuh gembira sambil mengangkat
tinggi-tinggi sepotong paha ayam goreng. Saya lihat, paha ayam goreng
itu sudah tidak utuh. Nampak jelas bekas gigitan seseorang.
Tapi si bocah tidak peduli, dengan lahap
paha ayam itu dimakannya. Demikian juga makanan sisa lainnya. Mereka
makan dengan penuh lahap. Sungguh, sebuah “pesta” yang luar biasa. Pesta
kemudian diakhiri dengan berbagi air minum dalam kemasan gelas !
Menyaksikan itu semua, saya jadi
tertegun. Saya lihat sendiri persis di depan mata, potret anak-anak
kurang beruntung yang mencoba bertahan dari kerasnya kehidupan.
Nampaknya hidup mereka adalah apa yang mereka peroleh hari itu. Hidup
adalah hari ini. Esok adalah mimpi dan misteri.
Cita-cita ?
Masa Depan ? Lebih absurd lagi.
Bagi saya pribadi, pelajaran berharga
yang saya petik adalah, bahwa saya harus makin pandai bersyukur atas
segala rejeki dan nikmat yang diberikan oleh Tuhan. Dan tidak lagi
memandang sepele hal yang nampak sepele, seperti misalnya: air minum
kemasan gelas. Karena bisa jadi sesuatu yang bagi kita sepele, bagi
orang lain sangat berarti.
Kisah Nyata atau Dongeng?
via rmol.com
Saya akan menceritakan beberapa kisah nyata dan saya jamin Anda akan merasakannnya sebagai sekedar dongeng. Bukan karena Anda tidak mempercayai saya atau sumber-sumber dari mana saya memperoleh kisah-kisah nyata itu; namun terutama karena kita hidup di zaman yang jauh lebih absurd dari dongeng. Atau karena kehidupan kita sudah sedemikian jauh meninggalkan norma-norma nyata dalam kehidupan kemanusiaan.
Baiklah saya mulai saja. Anda sudah siap mengikuti kisah-kisah saya? Inilah:
1. Suatu hari ada seorang tua miskin datang kepada Syeikh –kalau sekarang mungkin dipanggil kiai– Sa’id bin Salim, hendak menyampaikan sesuatu keperluan meminta tolong kepada tokoh masyarakat yang disegani itu. Seperti layaknya orang yang sudah tua renta, selama berbicara mengutarakan hajatnya, si orang tua miskin itu bersandarkan pada tongkat penopang ketuaannya. Dan tanpa disadari, ujung tongkatnya itu menghujam pada kaki syeikh Sa’id hingga berdarah-darah. Seperti tidak merasakan apa-apa, Syiekh Sa’id terus mendengarkan dengan penuh perhatian keluhan wong cilik itu.Demikianlah; ketika orang tua itu sudah mendapatkan dari Syeikh apa yang ia perlukan dan pergi meninggalkan majlis, orang-orang yang dari tadi memendam keheranan pun serta-merta bertanya kepada Syeikh Sa’id: “Kenapa Syeikh diam saja, tidak menegur, ketika orang tua tadi menghujamkan tongkatnya di kaki Syeikh?”“Kalian kan tahu sendiri, dia datang kepadaku untuk menyampaikan keperluannya;” jawab Syeikh Sa’id sambil tersenyum, “Kalau aku mengadu atau apalagi menegurnya, aku khawatir dia akan merasa bersalah dan tidak jadi menyampaikan hajatnya.”
Lihatlah. Bukankah kisah di atas bagaikan
dongeng saja?! Mana ada pemimpin atau tokoh masyarakat yang begitu
tinggi menempatkan keperluan orang yang memerlukan bantuan dalam
perhatiannya? Kalau pun ada, mungkin untuk menemukannya bagaikan mencari
jarum di tumpukan jerami sekarang ini.
Seperti dongeng bukan? Dimana kini Anda bisa menjumpai orang yang menjunjung tinggi ajaran menghormati tetangga seperti Hasan Al-Bashari itu?2. Syeikh Hasan Al-Bashari, siapa yang tak mengenal tokoh ulama dan sufi di penghujung abad pertama ini? Beliau tinggal bertetangga dengan seorang Nasrani. Apartemen si Nasrani di atas dan beliau di bawah. Bertahun-tahun mereka bertetangga, belum pernah si Nasrani datang bertandang ke apartemen Syeikh Hasan. Baru ketika Syeikh Hasan jatuh sakit, si Nasrani datang menjenguk.Ketika menjenguk itulah, si Nasrani baru tahu betapa sederhana kehidupan Syeikh Hasan yang sangat terkenal kebesarannya itu. Tapi yang lebih menarik perhatian si Nasrani adalah adanya sebuah baskom berisi air keruh yang terletak di dekat bale-bale tempat tidur Syeikh Hasan. Apalagi ketika ada tetesan air jatuh tepat dari atas baskom. Spontan si Nasrani teringat kamar mandinya di atas. Dengan ragu-ragu si Nasrani pun bertanya: “Syeikh, ini baskom apa?’“Ah baskom itu, sekedar penampung tetesan air;” jawab Syeikh wajar-wajar saja, “Setiap kali penuh baru saya buang.”“Sudah berapa lama Syeikh melakukan ini?” tanya si Nasrani lagi dengan suara gemetar, “maksud saya menampung tetesan air dari atas ini?”“Ya, kurang-lebih sudah dua puluh tahun;” jawab Syeikh kalem, “jadi sudah terbiasa.”Mendengar itu, si Nasrani langsung menyatakan syahadat. Mengakui Tuhan dan Rasul-nya Syeikh Hasan Al-Bashari, Allah swt dan Nabi Muhammad saw.
3. Datang seseorang melarat kepada sang pemimpin mengeluhkan kondisinya yang sangat lapar. Sang pemimpin pun bertanya kepada isterinya kalau-kalau ada sesuatu yang dapat disuguhkan kepada tamunya. Ternyata di rumah sang pemimpin yang ada hanya air. Sang pemimpin pun bertanya kepada orang-orang di sekelilingnya, “Siapa yang bersedia menjamu tamuku ini?”“Saya;” kata seseorang. Lalu orang ini pun segera pulang ke rumahnya sendiri membawa tamunya.“Saya membawa tamunya pemimpin kita, tolong sediakan makanan untuk menjamunya!” katanya kepada isterinya.“Wah, sudah tidak ada makanan lagi, kecuali persediaan untuk anak-anak kita;” bisik sang isteri.“Sibukkan mereka;” kata suaminya lirih, “kalau datang waktunya makan, usahakan mereka tidur. Nanti kalau si tamu akan masuk untuk makan, padamkan lampu dan kita pura-pura ikut makan, ya!”Demikianlah keluarga itu menjalankan skenario kepala rumah tangganya. Dan mereka menahan lapar mereka sendiri hingga pagi.Esok harinya sebelum laporan, sang pemimpin yang tidak lain adalah Rasulullah saw, sudah menyambut kepala rumah tangga –seorang shahabat Anshor– itu dengan tersenyum, sabdanya: “Allah takjub menyaksikan perlakuan kalian berdua terhadap tamu kalian semalan.”
Anda tahu kisah ini bukan dongeng, karena
ini hadis muttafaq ‘alaih yang bersumber dari shahabat Abu Hurairah
r.a. Tapi tetap saja kedengarannya seperti dongeng, bukan ?!
Tiga kisah itu hanyalah sekedar contoh,
yang lainnya masih banyak lagi. Anda bisa dengan mudah menjumpainya di
kitab-kitab Anda, di kitab suci Al-Quran, di kitab-kitab Hadis, dan
kitab-kitab salaf pegangan kita yang lain. Hampir semuanya, bila Anda
baca, Anda akan merasa seperti membaca contoh-contoh di atas. Merasa
seperti membaca dongeng. Kalau benar demikian, bukankah ini pertanda
bahwa kondisi kehidupan kita –masya Allah!—sudah semakin jauh saja
dengan kondisi ideal seperti yang dicontohkan oleh Salafunaas
Shaalihuun, para pemimpin dan pendahulu kita yang saleh-saleh.
Dikutip dari tulisan: virouz007
Garam dan Telaga
Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang
bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang
dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet.
Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.
Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan.
“Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.
“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.
Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.
Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.
“Segar.”, sahut tamunya.
“Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi.
“Tidak”, jawab si anak muda.
Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.
“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”
Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan “segenggam garam”, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.
Dikutip dari tulisan: virouz007
Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan.
“Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.
“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.
Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.
Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.
“Segar.”, sahut tamunya.
“Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi.
“Tidak”, jawab si anak muda.
Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.
“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”
Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan “segenggam garam”, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.
Dikutip dari tulisan: virouz007
Romantisnya Rasulullah SAW
Mari kita cermati tauladan dari Rasulullah, manusia agung yang sangat romantis terhadap istri-istrinya. Rasulullah SAW adalah contoh yang terbaik seorang suami yang memberikan ketentraman dalam rumah tangga, meskipun bersama dengan lebih dari satu istri. Baginda Nabi sangat romantis kepada semua istrinya. Rasulullah SAW yang mempunyai lebih dari satu istri saja mampu romantis kepada istri-istrinya, kenapa kita yang mempunyai satu istri tidak mampu menjadi suami yang romantis?
Mari kita lihat kisah berikut ini:
Mari kita lihat kisah berikut ini:
"Dalam satu kisah diceritakan, pada suatu hari istri-istri Rasul berkumpul ke hadapan suaminya dan bertanya, “Diantara istri-istri Rasul, siapakah yang paling disayangi?”. Rasulullah SAW hanya tersenyum lalu berkata, “Aku akan beritahukan kepada kalian nanti.Setelah itu, dalam kesempatan yang berbeda, Rasulullah memberikan sebuah kepada istri-istrinya masing-masing sebuah cincin seraya berpesan agar tidak memberitahu kepada istri-istri yang lain.Lalu suatu hari hari para istri Rasulullah itu berkumpul lagi dan mengajukan pertanyaan yang sama. Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Yang paling aku sayangi adalah yang kuberikan cincin kepadanya”. Kemudian, istri-istri Nabi SAW itu tersenyum puas karena menyangka hanya dirinya saja yang mendapat cincin dan merasakan bahwa dirinya tidak terasing.Masih ada amalan-amalan lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan suasana romatis seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Apabila pasangan suami istri berpegangan tangan, dosa-dosa akan keluar melalui celah-celah jari mereka”.Rasulullah SAW selalu berpegangan tangan dengan Aisyah ketika di dalam rumah. Beliau acapkali memotong kuku istrinya, mandi janabat bersama, atau mengajak salah satu istrinya bepergian, setelah sebelumnya mengundinya untuk menambah kasih dan sayang di antara mereka.Baginda Nabi SAW juga selalu memanggil istri-istrinya dengan panggilan yang menyenangkan dan membuat hati berbunga-bunga. “Wahai si pipi kemerah-merahan” adalah contoh panggilan yang selalu beliau ucapkan tatkala memanggil Aisyah."
Itulah sedikit contoh romantisme
Rasulullah SAW yang dapat kita teladani dan praktekkan dalam kehidupan
berumah tangga. Tentu, masih banyak contoh romantisme lainnya.
Kepada suami-suami yang baik, mulailah bersikap lembut dan berupaya membuat sang istri selalu mengembang senyumnya. Peganglah
tangan istri anda setiap waktu, setiap kesempatan. Begitu pula para
istri-istri yang sholehah, peganglah juga tangan suami anda untuk
menghapuskan segala dosa-dosa.
Jadi, jika kita bisa meniru romantisme
ala Rasul, sehingga istri pun membalas dengan yang tidak kalah
romantisnya, masalah mana lagi yang sempat mampir dalam bahtera rumah
tangga kita?
Ibarat kata, tidak ada makanan di rumah pun bisa diselesaikan berdua dengan tetap tersenyum, bukan begitu?
Rabu, 21 Januari 2015
Rasulullah SAW dan Jeruk Limau
Suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh
seorang wanita kafir. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat.
Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk
baginda. Cantik sungguh buahnya. Siapa yang melihat pasti terliur.
Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh
Rasulullah SAW seulas demi seulas dengan tersenyum.
Biasanya Rasulullah SAW akan makan
bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu
diberikan kepada mereka. Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali dengan
senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta
diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda.
Sahabat-sahabat agak heran dengan sikap
Rasulullah SAW itu. Lalu mereka bertanya. Dengan tersenyum Rasulullah
SAW menjelaskan “Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam
semasa saya merasainya kali pertama. Kiranya kalian turut makan bersama,
saya bimbang ada di antara kalian yang akan mengenyetkan mata atau
memarahi wanita tersebut. Saya bimbang hatinya akan tersinggung. Sebab
itu saya habiskan semuanya.”
Begitulah akhlak Rasulullah SAW. Baginda
tidak akan memperkecil-kecilkan pemberian seseorang biarpun benda yang
tidak baik, dan dari orang bukan Islam pula. Wanita kafir itu pulang
dengan hati yang kecewa. Mengapa? Sebenarnya dia bertujuan ingin
mempermain-mainkan Rasulullah SAW dan para sahabat baginda dengan hadiah
limau masam itu. Malangnya tidak berjaya. Rancangannya di’tewas’kan
oleh akhlak mulia Rasulullah SAW.
Selasa, 20 Januari 2015
Tangan yang Tak Akan Pernah Disentuh Api Neraka
DIRIWAYATKAN, pada saat itu Rasulullah baru tiba dari perang Tabuk.
Banyak sahabat yang ikut beserta Nabi dalam peperangan ini. Tidak ada
yang tertinggal kecuali orang-orang yang berhalangan dan ada uzur.
Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.
Rasulullah bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?”
Si tukang batu menjawab, “Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar.”
Rasulpun menggenggam tangan itu, dan menciumnya seraya bersabda, “Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada”, ‘inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya‘."
Dikutip dari: Islampos
Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.
Rasulullah bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?”
Si tukang batu menjawab, “Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar.”
Rasulpun menggenggam tangan itu, dan menciumnya seraya bersabda, “Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada”, ‘inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya‘."
Dikutip dari: Islampos
Minggu, 18 Januari 2015
Ayat-ayat Al Quran yang telah terbukti diterapkan menjadi Ilmu Pengetahuan Sepanjang Masa
Pernyataan Al Quran sebagai
sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan tampaknya sudah tidak asing lagi di
telinga kita. Tapi kalau membaca sendiri mana ayatnya lalu mana ilmu
pengetahuan yang didapatkan dari ayat tersebut mungkin itu yang akan lebih menggetarkan
hati. Di bawah ini adalah beberapa ayat yang saya peroleh dari beberapa sumber
beserta ilmu terapannya yang masih berlaku hingga saat ini dan seterusnya. Anda
bisa pikirkan bahwa ayat-ayat tersebut diturunkan sangat jauh sekali sebelum
ilmu pengetahuan itu ditemukan. Hal ini menunjukkan bahwa Al Quran memang
mukjizat sepanjang masa.
1. QS AL
ANBIYA ayat 30 tentang penciptaan alam semesta
“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit
dan bumi keduanya dahulu menyatu kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan
Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka
tidak beriman?” (QS AL ANBIYA ayat 30)
Ayat tersebut berkaitan dengan “Big bang theory” yaitu
teori terbentuknya alam semesta yang menyatakan bahwa pada awalnya alam semesta
merupakan satu kesatuan, kemudian terjadi ledakan besar yang menghasilkan
pecahan-pecahan dan meluas.
2. QS AS SAJDAH ayat 5 dan QS AL MA’AARIJ ayat
4 tentang relativitas waktu
“Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian
(urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah
seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS AS SAJDAH ayat 5)
“Para malaikat dan jibril naik (menghadap) kepada Tuhan,
dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun” (QS AL MA’AARIJ ayat 4)
Kedua ayat di atas berkaitan dengan temuan bahwa waktu akan
berjalan lebih lambat seiring dengan kecepatan cahaya. Semakin kita bergerak
dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya maka semakin lambat pergerakan
waktu kita.
Teori ini dikemukakan oleh Einstein dimana telah dilakukan
penelitian menggunakan dua buah jam atom: jam A dan jam B. Jam A disimpan di
bumi, sedangkan jam B dibawa keliling dunia via pesawat jet. Hasilnya? Setelah
sampai di bumi lagi, Jam B menunjukkan keterlambatan waktu sepersekian juta
detik terhadap jam A.
3. QS AR RA’D ayat 2 tentang keberadaan
atmosfer
“Allah yang
meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia
bersemayam di atas ‘Arsy...” (QS AR RA’D ayat 2)
Kata-kata
“langit tanpa tiang” merujuk kepada keberadaan atmosfer yang selalu
mengelilingi lapisan bumi dan menjaga agar bumi selamat dari berbagai macam
serangan komponen alam dari luar.
4. QS ATH THARIQ ayat 11 tentang fungsi
atmosfer
“Demi langit
yang mengandung hujan” (QS ATH THARIQ ayat 11)
Berdasarkan
ayat tersebut dapat diketahui bersama bahwa atmosfer berfungsi untuk mencegah
uap air di bumi yang menguap hilang ke luar angkasa. Jika itu terjadi maka akan
berakibat sangat fatal karena bumi bisa mengalami kekeringan luar biasa. Dengan
adanya atmosfer, uap air akan ditahan di langit dalam bentuk awan untuk
kemudian turun kembali ke bumi menjadi hujan.
5. QS AL MULK ayat 3 tentang Lapisan Atmosfer
“Yang
menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang
tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali
lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?” (QS AL MULK ayat 3)
Ilmu
pengetahuan yang berhasil diteliti dan diidentifikasi secara ilmiah menyatakan
bahwa atmosfer terdiri dari 7 lapisan yaitu troposfer, stratosfer, ozonesfer,
mesosfer, termosfer, ionosfer, dan eksosfer.
6. QS AL AN’AM ayat 125 tentang Keadaan
Tekanan Udara
“Barang siapa
dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya
untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia
jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit.
Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman” (QS
AL AN’AM ayat 125)
Ilmu
pengetahuan menunjukan bahwa semakin tinggi suatu tempat dari permukaan laut
semakin rendah tekanan udara dan semakin tipis kadar oksigennya. Keadaan udara
ini mendorong peningkatan takanan darah dan menjadikan sulit bernafas.
7. QS AN NUR ayat 43 tentang Proses Terjadinya
Hujan
“Tidakkah
engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian
mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat
hujan keluar dari celah-celahnya...” (QS AN NUR ayat 43)
Ayat di atas
menunjukan kebenaran terkait dengan proses terjadinya hujan (cukup jelas).
8. QS AN NUR ayat 40 tentang Keadaan Dasar
Laut
“Atau (keadaan
orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi
oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap
gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak
dapat melihatnya. Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah maka
dia tidak mempunyai cahaya sedikitpun.” (QS AN NUR ayat 40)
Berdasarkan
riset ilmiah, sinar matahari terdiri dari 7 warna. Warna merah yang memiliki
panjang gelombang terpendek akan diserap sampai kedalaman kurang lebih 20
meter. Setelah itu tidak akan tampak warna merah yang berasal dari matahari.
Warna biru yang panjang gelombangnya terpanjang hanya mencapai 200 meter. Di
kedalaman berikutnya di dalam laut hanya diselimuti kegelapan.
9. QS AR RAHMAAN ayat 19-20 tentang Mukjizat
Dasar Laut
“Dia membiarkan
dua laut mengalir yang kemudian keduanya bertemu, di antara keduanya ada batas
yang tidak dilampaui oleh masing-masing” (QS AR RAHMAAN ayat 19-20)
Ayat tersebut
berhubungan dengan penemuan sungai dalam gua di bawah laut di Cenote Angelita
beberapa waktu silam oleh Anatoly Beloshchin.
10. QS ATH THALAAQ ayat 12 tentang Lapisan Bumi
“Allah yang
menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan) Bumi juga serupa.” (QS ATH
THALAAQ ayat 12)
Riset ilmiah
menyatakan bahwa bumi juga terdiri dari 7 lapisan seperti halnya langit yang
memiliki 7 lapisan.
11. QS AN NABA ayat 6-7 tentang Lempengan Besar
di Bumi
“Bukankah Kami telah menjadikan
Bumi sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS AN NABA ayat 6-7)
Riset menunjukkan bahwa lapisan
terluar dari bumi terdiri dari banyak
lempengan besar yaitu pasific, north america, south america, african, eurasian,
australia, dan antartica. Lempengan tersebut mengalami pergeseran yang jika
cukup besar akan dirasakan sebagai gempa bumi. Oleh karena itu Allah
menciptakan gunung yang tertanam lebih dalam di bumi (pasak) agar
lempengan-lempengan bumi yang bergeser tetap terjaga kestabilannya.
12. QS YUSUF ayat 7 tentang Pengelolaan Panen
“Dia (Yusuf)
berkata, Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana
biasa, kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali
sedikit untuk kamu makan" (QS YUSUF ayat 7)
Teknik memanen
gandum yang efektif agar dapat bertahan lama yaitu dengan cara mempertahankan
bulir gandum ditangkainya. Teknik ini dipakai oleh para petani sampai sekarang.
13. QS AN NAHL ayat 68 tentang Binatang Lebah
“Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada
lebah, buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di
tempat-tempat manusia” (QS AN NAHL ayat 68)
Lebah merupakan salah satu
binatang yang disebutkan dalam Al Quran yang mendapat ilham dari Allah. Salahs
atu buktinya adalah kita dapat melihat lebah membangun sarang madu dalam bentuk
heksagon (segi enam) karena para pakar meneliti bahwa memang pemanfaatan paling
optimal keseluruhan ruang tidak mungkin
diperoleh dari bentuk selain heksagon.
14. QS AN NAHL ayat 66 tentang Binatang Pemamah
Biak
“Dan sungguh
pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu
minum dari apa yang berada dalam perut-perut (buthunihi) berupa susu murni
antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya.” (QS
AN NAHL ayat 66)
Meskipun ilmu
pengetahuan baru dapat mengidentifikasi bahwa hewan pemamah biak memiliki
banyak perut, hal ini sudah dijelaskan dalam Al Quran ayat di atas dengan
penggunaan kosakata (butuhunihi) yang berarti perut-perut.
15. QS AL MU’MINUUN ayat 12-14 tentang Proses
Penciptaan Manusia
“Dan sungguh,
Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudia kami
menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat lalu sesuatu yang
melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan
tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian,
Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah, Pencipta
yang Paling Baik.” (QS AL MU’MINUUN ayat 12-14)
Tidak ada
penjelasan ya...karena ayat tersebut sudah sangat jelas.
16. QS AL QIYAAMAH ayat 3-4 tentang Teknologi
Sidik Jari
“Apakah menusia mengira bahwa
Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? (Bahkan) Kami mampu menyusun
(kembali) jari jemarinya dengan sempurna.” (QS AL QIYAMAAH ayat 3-4)
Setiap manusia memiliki
kekhususan jari jemari yang berbeda antara manusia yang satu dengan lain,
sehingga pada hari kiamat pun jari tangan tidak luput dari perhatian Allah
untuk disusun kembali dan dimintakan pertanggungjawaban atas perilaku manusia
tersebut karena hanya ada satu sidik jari tertentu untuk satu manusia.
17. QS AN NAML ayat 40 tentang Informatika
“Seorang yang mempunyai ilmu dari
kitab berkata “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu
berkedip.” Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di
hadapannya, dia pun berkata “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku
apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya)” QS AN NAML ayat 40
Ayat di atas mengilhami inovasi
teknologi informasi yang terus berkembang hingga sekarang. Mulai dari jaman
dahulu adanya sms yang mampu mengirim pesan dalam hitungan detik, kemudian
foto, akhirnya kini banyak sekali hal dari berbagai penjuru dunia yang dapat diakses
via internet dalam hitungan detik saja.
18. QS AL A’RAAF ayat 142 tentang Operasi
Penjumlahan
“Dan kami telah
menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami
sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah
waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam” (QS AL A’RAAF ayat 142)
Operasi
penjumlahan yang berhasil dikaji dari ayat di atas adalah 30 + 10 = 40
19. QS AL ANKABUUT ayat 14 tentang Operasi
Pengurangan
“Dan sungguh,
Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama
seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar,
sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim” (QS AL ANKABUUT ayat 14)
Operasi
pengurangan yang dikai dari ayat di atas adalah 1000 tahun – 50 tahun = ....
Pertanyaannya
adalah mengapa tidak langsung ditulis daja hasilnya? Sebab, manusia senantiasa
diperintahkan untuk berpikir dan menemukan ilmu-ilmu yang baru.
20. QS AL BAQARAH ayat 282 tentang Akuntansi
“Wahai
orang-orang yang beriman! Apabila kamu menjalankan sesuatu urusan dengan hutang
piutang yang diberi tempoh hingga ke suatu masa yang tertentu, maka hendaklah
kamu menulis (hutang dan masa bayarannya) itu. Dan hendaklah seorang penulis di
antara kamu menulisnya dengan adil (benar). Dan janganlah seseorang penulis
enggan menulis sebagaimana Allah telah mengajarkannya. Oleh itu, hendaklah ia
menulis dan hendaklah orang yang berhutang itu merencanakan (isi surat hutang
itu dengan jelas). Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya, dan
janganlah ia mengurangkan sesuatu pun dari hutang itu. Kemudian jika orang yang
berhutang itu bodoh atau lemah atau ia sendiri tidak dapat hendak merencanakan
(isi surat itu), maka hendaklah di rencanakan oleh walinya dengan adil (benar)
dan hendaklah kamu mengadakan dua orang saksi lelaki dari kalangan kamu.
Kemudian kalau tidak ada saksi dua orang lelaki, maka bolehlah, seorang lelaki
dan dua orang perempuan dari orang-orang yang kamu setujui menjadi saksi,
supaya jika yang seorang lupa dari saksi-saksi perempuan yang berdua itu maka
dapat diingatkan oleh yang seorang lagi. Dan janganlah saksi-saksi itu enggan
apabila mereka dipanggil menjadi saksi. Dan janganlah kamu jemu menulis perkara
hutang yang bertempoh masanya itu, sama ada kecil atau besar jumlahnya. Yang
demikian itu, lebih adil disisi Allah dan lebih membetulkan (menguatkan)
keterangan saksi, dan juga lebih hampir kepada tidak menimbulkan keraguan kamu.
Kecuali perkara itu mengenai perniagaan tunai yang kamu edarkan sesama sendiri,
maka tiadalah salah jika kamu tidak menulisnya. Dan adakanlah saksi apabila
kamu berjualbeli. Dan janganlah mana-mana jurutulis dan saksi itu disusahkan.
Dan kalau kamu melakukan (apa yang dilarang itu), maka sesungguhnya yang demikian
adalah perbuatan fasik (derhaka) yang ada pada kamu. Oleh itu hendaklah kamu
bertaqwa kepada Allah dan (ingatlah), Allah (dengan keterangan ini) mengajar
kamu dan Allah sentiasa Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.” (QS AL BAQARAH ayat
282)
Surat
Al Baqarah ayat 282 merupakan ayat terpanjang di Al Quran. Ayat tersebut
mengkaji bagaimana utang-piutang seharusnya dicatat. Pencatatan dalam utang
piutang ini mengilhami bagaimana sistem pencatatan dalam akuntansi dibentuk.
Oleh karena itu ilmu akuntansi yang kebanyakan orang berpikiran bahwa akuntansi
itu berasal atau ditemukan dari bangsa barat, sebenarnya ilmu ini telah ada
pada kitab suci Al Quran jauh ribuan tahun sebelum itu.
Dapat
kita
jadikan pelajaran bersama, salah satu mukjizat terbesar Rasulullah
yaitu
Al Quran rupanya telah benar terbukti menjadi sumber segala ilmu
pengetahuan
sekaligus mukjizat terbesar bagi umat manusia sepanjang masa. Ayat-ayat
di atas hanya beberapa sample kecil dari sekian banyak ayat yang telah
berhasil dikaji. Sangat besar kemungkinannya
juga bahwa di masa yang akan datang akan muncul lagi ilmu pengetahuan
yang baru
dimana ilmu tersebut telah lebih dahulu tersaji dengan sistematis dalam
ayat-ayat Al Quran karena kebesaran Allah SWT. Subhanallah.
Dikutip dari tulisan: Dinar Rafikhalif
Langganan:
Postingan (Atom)

