Suatu ketika Rasulullah didatangi oleh seorang pemuda yang ingin
berzina, dia berkata, "Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk berzina
(mendengar hal itu) orang-orang mencelanya dan berkata, 'Cukup..cukup'.
Kemudian Nabi bersabda,“Suruhlah dia mendekat!”
Lalu pemuda itu
pun mendekati Rasulullah hingga jaraknya dekat sekali, kemudian duduk.
Setelah itu Nabi berkata kepadanya : “Apakah kamu suka jika perzinaan
terjadi pada ibumu?”
Pemuda itu menjawab : “Tidak, demi Allah”.
Nabi melanjutkan pertanyaan nya, “Demikian pula orang lain, mereka tidak
suka jika perzinaan terjadi pada ibu-ibu mereka.”
Nabi bertanya kembali, “Apakah engkau suka jika perzinaan terjadi pada puterimu?”
Dia
menjawab : “Tidak, demi Allah”. Nabi menjawab : “Demikian pula orang
lain, mereka tidak suka jika perzinaan terjadi pada puteri-puteri
mereka.”
Nabi bertanya kembali : “Apakah engkau suka jika
perzinaan terjadi pada saudara perempuanmu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak
demi Allah.”
Nabi menjawab, “Demikian pula orang lain, tidak suka perzinaan terjadi pada saudara perempuan mereka.”
Kemudian Nabi meletakkan tangannya pada tubuh
pemuda itu dan berdoa, “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya,
dan jagalah kemaluannya”
Setelah doa ini, pemuda itu tidak
pernah terpikirkan dengan perbuatan zina sedikitpun. Pemuda ini adalah
pemuda yang jujur, pemuda yang takut bermaksiat kepada Allah. Dia tidak
ingin nafsunya yang menggebu-gebu menjadikannya terjatuh dalam
perzinahan. Maka dia “meminta izin” untuk berzina kepada Nabi.
Maka
Nabi menasehati dan mendoakannya. Hingga hilanglah keinginan untuk
bermaksiat kepada Allah. Demikianlah nasehat dan doa dapat menghilangkan
kemungkaran.
Via Republika Online
Tidak ada komentar:
Posting Komentar